Kelor : Suplemen Alami Nusantara

Adibah Rasikhah Amanto
2 min readFeb 4, 2021

Pernah dengar KELOR? Tanaman tersebut yang mulai naik daun sejak beberapa tahun lalu berhasil menyelamatkan ribuan jiwa dari gizi buruk di provinsi Nusa Tenggara, Indonesia. Tanaman tropis yang berasal dari India ini sudah mudah tumbuh dan dijumpai di Indonesia.

design by canva.com

-crisis plant, tanaman anti krisis, begitulah beberapa pakar menyebutnya. Tentu saja karena tanaman kelor mudah tumbuh pada semua jenis dan tahan musim kering dengan toleransi kekeringan hingga 6 bulan. Bahkan WHO (World Health Organization) telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi malnutrisi di seluruh dunia.

Memiliki julukan sebagai Miracle Tree, Mother’s best friend, World’s most valuable multipurpose trees menjadikan kelor naik daun di kalangan masyarakat tak terkecuali Jogja. Beberapa restoran khusus menghidangkan tanaman ini dalam beragam olahan masakan. Ada botok kelor, pepes kelor, sop kelor, bahkan teh kelor. Hal ini tak jauh dari kandungan gizi dan manfaat alamiah semua bagian kelor. Persis seperti tanaman kelapa, bedanya ia dapat tumbuh di beragam jenis tanah.

Berasal dari genus Moringa dan spesies Oleifera, daun kelor memiliki bentuk telur dengan tepi daun rata dan kecil ukuran majemuk dalam satu tangkai. Daun hijau tua yang bertekstur agak kaku biasanya dapat dibuat tepung daun kelor. Sementara untuk konsumsi daun kelor biasanya digunakan bagian yang masih muda. Tepung daun kelor dapat digunakan untuk diversifikasi pangan atau tambahan dalam bahan pembuat roti. Roti tinggi nutrisi, khususnya.

Zat besi dalam daun kelor tergolong lebih tinggi dibandingkan sayur biasanya, sekitar 17,2 mg/100 g. Beberapa zat gizi yang terkandung di dalamnya seperti karbohidrat, protein, lemak, asam amino, mineral, vitamin juga sangat bermanfaat bagi tubuh.

Beberapa bahan aktif (bioaktif) dalam daun kelor adalah tanin, saponin, dan fenol. Tanaman ini juga memiliki bahan aktif sebagai antioksidan, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, vitamin B, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, flavonoid, dan polifenol sebagai antimikroba. Tak ketinggalan mikronutrien seperti zat estrogen beta sitosterol, besi, kalium, fosfor, dan tembaga sehingga tak jarang kelor sering digunakan sebagai bahan pengobatan kesahatan dalam bentul suplemen tambahan makanan.

Saat ini daun kelor telah diolah menjadi banyak makanan dan minuman. Mulai dari teh kelor, pepes daun kelor, sayur bobor daun kelor, stik daun kelor, sayur bening daun kelor, dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, dan Sukoharjo sudah mulai bertebaran restoran yang menawarkan kelezatan daun kelor dalam berbagai masakan.

--

--