#PEPES : Bungkusable Food

Siang-siang bangun liat thread di twitter ada hashtag bungkus. Sebagai anak polos yang belom sarapan, gua langsung keinget makanan dong. Sama kayak bang fikri yang langsung inget jajanan kalo perihal bungkus #nooffense Bang. Makanan yang dibungkus selain nasi kucing kalo malem pas di angkringan, ada favorit gua, yakni pepes.

Pada tahu kan, salah satu makanan kesukaan obama ini memang sudah banyak variannya. Awalnya sih ibu sering masak pepes ikan di rumah. Tapi pas dateng ke salah satu warung pepes di Solo gua liat tuh menunya yang asli pepes semua. Oh ternyata pepes banyak variannya juga ya, pikir gua pas itu.

Dilansir dari travel.kompas.com pepes merupakan metode masak tertua di Asia, Amerika Latin, dan negara yang dilewati garis khatulistiwa. Pepes awalnya terkenal di tataran kuliner sunda. Masakan dengan dibungkus daun sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang dan masih eksis sampai tahun 1970-an. Khususnya di kalangan masyarakat perkebunan.

Di daerah sunda, pepes disebut juga ‘mais’ atau ‘pais’, pepes ikan jadinya pais lauk. Dulu pepes terkenal dimasak dalam sekam abu atau bara kayu, jelas Teddi Muhtadi, Dosen Sastra Sunda Unpad lewat kompas. Jadi memang sudah budaya sejak dulu, sering membungkus makanan menggunakan daun. Daunnya gak hanya daun pisang, bisa juga daun jati, daun kelapa, atau daun bambu.

Pepes memiliki banyak sebutan tergantung daerahnya. Seperti dilansir dari boombastis.com. ada ‘brangkesan’ di Jawa, ‘pelasan’ dalam bahasa Jawa-osing, ‘brengkes’ kalau di Palembang, Palai di Minangkabau, dan Payeh di Aceh.

Emang sih masaknya agak ribet, gak seribet rendanglah tapi. Masih bisa dikerjakan buat sarapan. Lo cuma butuh daun pisang, ikan, atau kalau ga ada bisa pake tahu, sama beberapa bumbu dapur. Oh ya, masak pepes itu memang biasanya bahan utama langsung ditaruh dalam daun bersama bumbu, lalu dibakar, direbus, atau dikukus.

Cara masak seperti ini baik untuk mereka yang sedang ingin makan makanan berkolesterol rendah, jadi masaknya tak memerlukan proses menggoreng sehingga bisa mengurangi kadar minyak jahat (trans-fat) lumayan besar. Biasanya pepes juga sering menjadi pilihan bagi makanan bagi menu diet pasien.

Sejatinya semua bahan bisa dipepes, tapi ya harus dipikir lagi apakah mengolahnya sudah benar, atau emmang lazimnya begitu. Ada cerita menarik dari emak gua, pas mau ngepepes bahan makanan satu ini. Semacem jenis uler tapi juga tetanggaan sama ikan, yak namanya belut.

Satu hal yang harus lo paham sebelum memepes sesuatu, atau masak apapun itu adalah lo harus makan/nyicip atau minimal lihat dulu lah masakan yang bakal lo masak kek gimana. Semacam buat rule model kalo penelitian, jadi lo punya gambaran bakel kek mana tuh hasil dari penelitian lo. Bahasan scientificnya, hipotesis.

Nah, pas masak pepes belut ini emak gua belom pernah tuh ngeliat atau ngerasin pepes belut. Sesuai plot dan alur penelitian, eh pemasakan, jadi deh emak gua ngebungkus (sorry gua bingung make kata apa lagi selain ini, masak nge-daunin!) tu belut yang duah dibersihin dan dikasih bumbu pepes seperti baisa. Dikukus dan dihidangkan pas makan malam.

Usia gua pas itu masih kecil, yah 10 tahunan lah. Agak samar-samar ingatan, tapi pas itu gua keinget pas ngebuka itu bungkusan daun yang masih utuh tapi udah agak layu karena dah dikukus. Gua kaget liat babe juga kaget, gua kirain uler bro. Masih seger dan kek uler direbus gitu tapi warna kuning karena kenak bumbu.

Babe kaget njuk langsung minta emak buat ngegoreng aja pepesnya. Nah, pas itu babe baru bilang kalau pepes belut tu yah di goreng dulu setengah mateng terus baru deh dipepes. Gak Cuma belut, beberapa ikat dengan daging tebal pun demikian.

Dalem hati mah, gua mikir, ini babe cuma minta masakin pepes tapi gak ngajarin gimana caranya. Emak liat aja belom pernah. Nah, pas gua inget itu gua ngakak sih, emak juga. Sejak itu gua gak pernah liat emak lagi ngebuat pepes belut. Pasti kalo dapet belut langsung digoreng, gak diolah aneh-aneh lagi. Gapapalah pengalaman.

Ini gua bagi resep pepes keluarga :

Ikan segar (ikan laut apapun) yah 4–5 ekor gitu, ukuran kecil aja.

Daun pisang ukuran 25 x 20 cm yang sudah dibersihkan dan dipanaskan sebentar di api

Bumbu halus :

Bawang merah 6 siung

Bawang Putih 6 siung

Kunir sepotong (ujung jari)

Jahe sepotong (ujung jari)

Cabe sesuai selera (boleh rawit)

Sereh (diiris)

Kemangi secukupnya

Cara Masak :

Setelah membersikan ikan, lalu dipotong sesuai ukuran

Letakkan dalam daun pisang, tambahkan bumbu halus (dibagi sesuai jumlah bungkusannya)

Lalu dikukus 30 menit kurang lebih

Siap dihidangkan

--

--

--

-Food Studiest Enthusiast, Nutritionist Student. 24/7 eating and writing, but still have normal life.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
adibah amanto

adibah amanto

-Food Studiest Enthusiast, Nutritionist Student. 24/7 eating and writing, but still have normal life.

More from Medium

Induction into SubQuery’s Hero Course

The History of the Facial Action Coding System (FACS)

Minds of winners (2/5)